Ladang Cinta

Pesan dari Seberang Lautan

Tentang Kami Oktober 6, 2007

Pembaca, saya sangat sadar blog seperti ini tidak menarik untuk dibaca apalagi diresensi. Isinya terlalu personal, bahkan bagi sebagian Anda, terlalu cengeng, melankolis, atau kekanak-kanakan. Saya juga sadar, sebenarnya bukan jamannya lagi menulis surat cinta atau puisi untuk pacar di jaman serba digital ini. Sudah ada SMS yang lebih praktis dan langsung sampai, sudah ada telepon selular yang bisa didengar suara bahkan dilihat wajah lawan bicaranya. Tetapi kesan apa yang bakal ditinggal menjadi kenangan kelak dari SMS atau suara di ponsel Anda? Paling-paling Anda bisa membayangkan begitu merdunya nada lawan bicara atau mesranya bunyi SMS yang dia kirimkan. Bagaimana bila HP anda hilang atau rusak? Bagaimana pula bila kartu memori ponsel Anda penuh? Tahukah Anda cara menghidupkan kenangan yang telanjur terhapus itu?

Untuk soal ini, kita boleh iri dengan orang-orang terdahulu. Dengan kisah bapak ibu kita tatkala muda. Mereka masih ada yang menyimpan surat-surat kenangan saat remaja. Bagaimana dengan kita? Teknologi telah membuat kita mati rasa. Teknologi membuat jiwa kita hampa. Kita manusia butuh masa lalu. Kita butuh ruang di kolong hati untuk mengenang masa-masa indah dan kelam dari perjalanan hidup. Tak nikmat rasanya bila sepanjang hidup Anda selalu penuh dengan kesenangan, kebahagiaan dan ketentraman. Bisakah esensi dari kebahagiaan meresap ke dalam hati dan jiwa kalau kepedihan tak pernah dirasakan? Bernilaikah masa sekarang dan masa depan bila tak pernah ada masa lalu?

Inilah alasan saya membuat blog ini. Hati sanubari dan jiwa saya tak bisa dipungkiri butuh ruang untuk kontemplasi. Mengingat masa lalu adalah cara bijak untuk menata masa depan. Mengenang cinta yang tak bersambut adalah senjata ampuh mendapatkan dan menghargai kasih sayang. Merasakan kepedihan adalah penjaga hati untuk tak menorehkan luka pada sesama. Karena cinta adalah rahmat, menghargainya berarti menghargai kehidupan.

Salam

Mr Acim

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s