Ladang Cinta

Pesan dari Seberang Lautan

Feeling Guilty Oktober 23, 2007

Filed under: Rindu — Mr. Acim @ 3:34 am

Masih ingat waktu kita menyusuri halaman parkir Jakarta City Center (JaCC) di Tanah Abang? Aku bertanya kepadamu. “Selain merasa gendut, apa lagi yang ada dalam benakmu saat ini,” begitu tanyaku. Aku tak ingat semuanya. Tapi ada satu jawaban yang tak pernah kulupa. Kau berkata,”Gue mengerasa banyak salah sama orang”. Ah..kalau saja, aku tak disibukkan oleh motor kita yang ngadat karena kehabisan bensin, barangkali aku akan menyela dan bertanya. “Apakah salah satunya merasa bersalah kepadaku?”

Tiba-tiba saja aku jadi ingat blog milikmu, Mit. Suatu malam aku membaca salah satu postingmu yang meminta maaf kepada teman-temanmu. Posting itu kau tulis bertepatan dengan tanggal lahir seorang teman. Yang aku tahu, dari tanggalnya saja, posting itu bukan ditujukan buat diriku. Benar begitu kan, Mit? Aku juga tahu kau mengaku sulit bibirmu sulit mengucapkan kata maaf, karena itu kau memilih blog sebagai perantara.

Segera aku kirimkan pesan malam itu. Aku bilang aku barusan membaca tulisan-tulisanmu. Aku bilang aku tahu kau pernah mengalami saat kala keyakinan dan prinsip-prinsip hidupmu hancur berantakan. Aneh saja, tiba-tiba kau kirimkan pesan menanyakan apakah aku sudah memaafkanmu? Karuan aku bingung, Mit. Salah apa? Aku tidak merasa kau bersalah. Kau bilang mungkin engkau pernah cuek atau berlaku kasar sejak kita berkenalan. Aha…rupanya kau menyadari kalau selama ini sering cuek dan sengaja tak peduli dengan perasaanku. Tapi seketika pula aku berubah pikiran. Paling-paling kau basa-basi, Mit. Kau cantumkan dalam pesanmu kata MUNGKIN. Artinya, bisa benar bisa juga tidak. Atau kau cuma takut mengakui dan mencoba menjaga jarak dari kebenaran dan kenyataan? Barangkali itu hanya sebentuk ketakutanmu terhadap reaksi yang bakal aku berikan atas pengakuanmu itu. Dengan kata MUNGKIN, kau secara nyata tak mengakui secara terang-terangan kalau selama ini pernah berlaku kasar atau cuek padaku. Kau pun bisa segera membantah kalau aku ke-geer-an dan menuntut penjelasan lebih.

Entahlah, Mit. Aku tak ingin kau merasa bersalah. Aku sudah memaafkanmu, Mit. Bagiku saat itu yang kau lakukan adalah hal wajar. Meski sebenarnya aku tak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benakmu saat itu. Sungguh aku tak tahu.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s